People who came!

Tampilkan postingan dengan label Computer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Computer. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2011

Alienware Laptop Untuk Game Dari Dell

Alienware M11x merupakan laptop portabel berukuran 11 inchi yang mampu menjalankan fungsi yang sama dengan laptop-laptop berukuran 15 inchi. Yang menggembirakan, kali ini Dell membanderol laptop ini di bawah US$ 1000 atau sekitar Rp 9 jutaan. M11X ditenagai oleh prosesor Core 2 Duo dan dilengkapi dengan pemroses grafis NVIDIA GT335M sehingga pengguna bakal bisa menikmati kualitas visual game yang baik, melalui layar beresolusi 1366 x. 768, 720 piksel. Namun, bila hanya sekadar ingin mengecek surat elektronik, laptop ini menyediakan switch yang memungkinkan pengguna untuk beralih kepada grafis internal. Hal ini agar laptop tak terlalu boros tenaga. Dengan mode grafis internal ini, baterai laptop bisa bertahan hingga 6,5 jam. Fitur seperti ini juga bisa dijumpai pada MacBook Pro. Namun, pada MacBook Pro, untuk bisa berpindah dari GPU menjadi grafis internal, laptop harus di restart dulu. Sementara dengan M11x mampu berpindah-pindah grafis tanpa perlu melakukan restart.

Laptop mungil ini juga memiliki desain yang futuristik, dengan simbol kepala Alien yang khas di cover depan. Saat laptop dibuka, dan tombol power dinyalakan, sekujur tombol papan kunci, touchpad, dan daerah lubang kipas pendingin akan menyala. Ia juga dilengkapi dengan sepasang speaker yang mampu bersuara nyaring. Selain itu laptop ini juga menyediakan port VGA, keluaran HDMI, serta koneksi USB, Ethernet, serta slot kartu memori ExpressCard. Namun, laptop ini belum tersedia di Indonesia. Hari ini, Dell Indonesia justru meluncurkan dua buah spesifikasi laptop untuk game Alienware lainnya yang berukuran lebih besar, yakni Alienware M15x dan M17x.

Kedua laptop ini memiliki bodi yang mirip dengan M11x. Hanya saja, M15x adalah berukuran 15 inchi dan M17 berukuran 17 inchi. Keduanya memiliki casing yang dilapis dengan anodized aluminium, dengan lekuk-lekuk khas laptop Alienware. Seperti halnya M11x, keduanya juga dilengkapi dengan illuminated keyboard. Namun tak hanya mengandalkan desain yang futuristik, Dell menyediakan spesifikasi yang tinggi pada kedua laptop ini. “Melalui merek Alienware, Dell berkomitmen untuk menawarkan para gamers pengalaman gaming PC dengan teknologi terbaru dan desain yang menawan.” Ujar Michael Tatelman, Vice President of Sales and Marketing for Dell’s Consumer Business, dalam keterangan persnya.

Alienware M15x diotaki prosesor Intel Core i7 920XM berkecepatan 2 GHz, memori RAM DDR3 sampai 8GB (1333MHz), dengan pemroses grafisnya NVIDIA GeForce GTX 260M1 berkapasitas 1GB. Adapun kapasitas penyimpanannya hard drive yang dimilikinya sebesar 500GB atau bisa juga menggunakan penyimpan Solid State Drive 256GB. Adapun Alienware M17x ditenagai Intel Core 2 Extreme Quad Core yang dapat di-overclock, memori RAM DDR3 8GB (1333MHz), dan pemroses grafis NVIDIA GeForce GTX 280M Dual 1GB yang telah mengadopsi SLI technology. Penyimpanan hard disk drive-nya sebesar 1TB (7200 RPM) atau bisa juga memilih penyimpanan Solid State Storage Capacity (Raid 1) sebesar 512 GB. Sayangnya, tak seperti ‘adiknya’ M11x, yang harganya di bawah US$ 1000, kedua laptop premium ini juga dibanderol dengan harga yang tak main-main. Alienware M17x dijual mulai dari US$ 3.299 (sekitar 30 juta) dan Alienware M15x mulai US$ 2.299 (sekitar 20 juta)



sumber: http://spesifikasilaptop.com/dell/spesifikasi-fitur-harga-alienware-laptop-untuk-game-dari-dell.html

44% Orang Lebih Memilih iPad Ketimbang MacBook

CALIFORNIA - Nama iPad sebagai tablet pertama yang dibesut Apple benar-benar telah mengubah gambaran orang tentang komputer jinjing yang populer beberapa tahun belakangan. Bahkan bukan tidak mungkin kalau suatu saat nanti notebook ataupun netbook akan digantikan oleh iPad.

Sebuah survei terbaru yang dilakukan analisis Katy Huberty dari Morgan Stanley bertanya kepada sejumlah pengguna iPad yang baru saja membeli dengan pertanyaan pilihan antara notebook, MacBook, PC atau iPad. Hasilnya dia menemukan bahwa 44 persen mereka mengatakan akan membeli iPad ketimbang notebook apapun.

Tidak hanya itu saja, 41 persen mengatakan mereka akan menahan diri dari membeli iPod Touch karena mereka telah menggagap iPad mereka jauh lebih menyenangkan. Demikian yang dilansir Apple Insider, Jumat (7/5/2010).

"Konsumen PC di Amerika Serikat, terutama notebook mengalami pertumbuhan yang melambat pada bulan Januari ketika Apple memperkenalkan iPad dan semakin menurun lagi pada bulan April ketika iPad meluncurkan," tulis Katy.

Pada Maret 2010 survei lain yang dilakukan Alphawise juga menemukan bahwa 27 persen pengguna iPad tidak akan membeli PC, 14 persen tidak akan membeli desktop Mac, dan 13 persen tidak membeli PC setelah mereka menemukan cinta baru untuk iPad tersebut.

iPad ini sekarang menjadi bagian penting dari pasar komputer portabel, yang telah berkembang sejak peluncuran iPad di bulan April. Pasar juga melambat pada bulan Januari, sebelum saat iPad pertama kali diumumkan.

sumber: http://techno.okezone.com/read/2010/05/07/57/330267/57/44-orang-lebih-memilih-ipad-ketimbang-macbook

Linux vs Mac

Baru2 ini saya menggunakan kembali Linux sebagai full desktop experience setelah sekian lama berkecimpung di dunia server dan CLI. Saya memutuskan untuk menginstall Linux sebagai OS utama yang akan saya gunakan. Meninggalkan Windows yang selama ini bercokol di partisi harddisk saya.

Lalu terbersit pikiran kenapa Linux tidak (kurang) menjadi pilihan bagi orang-orang? Kenapa orang memilih Mac daripada Linux? Padahal kita semua tahu bahwa Mac juga tidak dapat menjalankan program-program Windows. Mac juga mempunyai kumpulan software-nya sendiri, dan pada beberapa kasus Mac juga tidak dapat menggunakan hardware tertentu karena tidak tersedia driver Mac-nya. Mirip dengan kasus Linux bukan? Lalu kenapa orang lebih memilih Mac dan rela belajar kembali dan rela melepaskan program-program Windows-nya? Kenapa orang lebih mengeluh menggunakan Linux daripada Mac?

Asumsi yang beredar adalah Linux susah, Windows mudah, dan Mac indah. Tapi benarkah demikian?

Saya mencoba membuat daftar persamaan dan perbedaan antara Linux dan Mac.

Persamaan Linux dan Mac

  • Virus free
  • Stabil dan cepat, sama-sama dibangun diatas dasar sistem UNIX
  • Tidak bisa menjalankan program Windows tanpa dukungan software pihak ketiga
  • Aplikasi bisa didapatkan dengan mudah
  • Driver perangkat sama-sama sulit dicari.

Perbedaan Linux dan Mac

  • Linux banyak varian/distro. Mac hanya satu tapi berbeda versi. Ini yang paling memusingkan orang awam yang berpindah ke Linux, distro apa yang dipilih?
  • Mac mempunyai dukungan komersial, Linux hanya pada sisi server. Sedikit sekali dukungan komersial ke Desktop User. Untungnya Ubuntu menyediakan banyak kemudahan dalam sisi ini.
  • Mac hanya berjalan di hardware tertentu, Linux hampir di semua hardware. That’s why I love Linux!
  • Design Mac cantik, Linux masih berusaha menyusul (dan hampir menyamai).
  • Linux dan software-software pendukungnya gratis, Mac tidak gratis. Anda harus mengeluarkan uang tambahan untuk lisensi.

Kesimpulan saya:

Gunakan Linux! Anda akan mendapatkan sistem yang gratis tapi tidak murahan. Bila hanya terganjal dengan program Windows, anda bisa gunakan WINE. Saya tidak sedang membicarakan alternatif MS.Office-OpenOffice tapi bila memang anda lebih suka MS-Office, gunakan saja melalui WINE.

Linux saat ini sama mudahnya dengan Mac, anda akan benar-benar menyukai Linux lebih daripada Windows. Linux lebih stabil dan cepat, tidak perlu lagi antivirus dan spam.

Saat ini Linux sangatlah maju dan user friendly. Saya melihat peubahan besar di desktop Linux. Linux sama sekali tidak kalah dengan Windows dan Mac. Pada waktu penulisan blog ini, saya menggunakan Ubuntu 10.04, saya dapat menjalankan program Windows koleksi saya dengan WINE dan VirtualBox, saya bisa berselancar, dan membuat program dengan lancar. Dan terpenting adalah Linux membuat saya mempunyai sistem yang lebih cepat dan efisien.

sumber: http://betweenmeandlinux.wordpress.com/2011/03/25/linux-vs-mac/#more-140

Bagaimana Cara Mencegah Mata Kelelahan di Depan Komputer

agi anda yang sering berlama-lama depan komputer akan menimbulkan efek yang kurang baik diantaranya, mata kelalahan. Hal ini dapat saja dihindari dengan mencoba beberapa tips di bawah ini:

Mengatur tampilan kontras monitor anda.

Tampilan tiap monitor tentunya berbeda, dan ini dapat anda lakukan dengan mudah dengan merubah settingan monitor anda ke tampilan yang lebih lembut sehingga mata anda tidak akan mudah merasakan lelah.

Menggunakan monitor LCD

Monitor tabung (CRT) akan memberi efek yang buruk dibanding LCD, karena energi yang dibutuhkan jauh lebih besar. Meskipun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT, tetapi ini akan berdampak baik bagi Anda untuk selanjutnya.

Tapi bila Anda masih menyayangi monitor CRT, sebaiknya menggunakan filter antiradiasi, ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata.

Mengenakan kacamata anti radiasi

Meskipun menimbulkan ketidaknyamanan saat memakainya, akan tetapi kacamata ini lebih penting untuk kesehatan mata anda, dan tentunya anda harus menambah biaya lagi untuk memilikinya.

Mengatur jarak pandang anda

Jarak pandang aman Anda ke monitor disarankan sekitar 20-40 inchi atau 50-100 cm dari mata. Jika Anda kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah memperbesar font hingga Anda merasa nyaman.

Mengistirahatkan mata anda.

Salah satu cara mudah untuk mengistirahatkan mata anda adalah dengan mengalihkan pandangan anda dari monitor komputer ke arah yang lebih jauh, disarankan tiap lima menit. Anda juga bisa mencari aktifitas lain untuk mengalihkan perhatian anda dari monitor.

Selain tips di atas tentunya ada banyak tips lainnya, namun demikian hal ini sudah bisa anda jadikan sebagai langkah awal untuk mencegah mata anda kelelahan akibat aktifitas yang selalu berhubungan dengan komputer.

sumber: http://www.nakalem.com/bagaimana-mencegah-mata-kelelahan-di-depan-komputer/

Bahaya Memakai Laptop Terlalu Lama

Anak-anak dan remaja menenteng laptop kini menjadi pemandangan biasa. Namun, orangtua disarankan untuk membatasi penggunaan laptop pada orang muda karena bisa berdampak pada pertumbuhan otot dan postur mereka.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Boston, terungkap sekitar 50 persen mahasiswa pengguna laptop kerap mengeluhkan rasa nyeri setelah menggunakan komputer selama satu jam. Penelitian dilakukan terhadap 18 juta mahasiswa pada tahun 2008.

"Gangguan pada sistem muskuloskeletal yang terjadi pada masa anak-anak sampai dewasa muda perlu menjadi perhatian karena sistem muskuloskeletal dan postur mereka masih berkembang," kata Karen Jacobs, ketua tim peneliti dan terapis dari Universitas Boston.

Ia menjelaskan, keluhan rasa nyeri akibat penggunaan laptop kini sering dialami anak-anak di banyak negara. Selain orangtua memonitor durasi penggunaan laptop, Jacobs juga menyarankan agar anak-anak diajarkan untuk melakukan peregangan dan latihan otot untuk mencegah gangguan postur pada masa mendatang.

Laporan yang dilansir oleh The Bureau of Labor Statistics tahun 2009 menemukan kelainan muskuloskeletal (otot, tulang, ligamen, dan tendon) mencapai 29 persen dari semua kecelakaan di tempat kerja dan menyebabkan para pekerja harus mengambil cuti sakit.

Menurut Jacobs, salah satu penyebab gangguan otot atau persendian pada anak pengguna laptop adalah meja kerja yang dipakai tidak sesuai. Untuk mengurangi rasa pegal, ia menyarankan agar pengguna laptop memakai mouse ketimbang trackpad di laptop.

"Memakai trackpad membuat kita berada dalam posisi yang kikuk karena posisi tangan melewati tubuh, bukannya rileks di samping," ucap Jacobs, yang pernah menjadi presiden American Occupational Therapy Association.

Saat menggunakan trackpad, umumnya satu jari, tendon jari-jari tangan secara konstan akan melebar dan menyebabkan ketegangan otot serta tulang sendi. Dalam waktu cukup lama, rasa tidak nyaman ini akan meluas ke bagian pundak, pergelangan tangan, dan lengan.

Selain itu, kebanyakan orang juga mengistirahatkan pergelangan tangan mereka saat memakai touchpad. Kondisi ini disebut tekanan kontak (contact stress) dan akan membebani otot pergelangan tangan, saraf, serta pembuluh darah.

"Laptop sebenarnya didesain untuk dipakai di meja kerja. Karena itu, sebaiknya kita menambahkan aksesori seperti mouse dan keyboard untuk mencegah keluhan nyeri persendian," kata Jacobs.

Dari penelitian yang dia lakukan, diketahui bahwa anak-anak yang paling menderita nyeri karena penggunaan laptop umumnya anak yang tidak aktif bergerak. "Ada tren orang yang fisiknya aktif lebih jarang menderita gangguan muskuloskeletal. Ini terjadi baik pada anak maupun orang dewasa," kata Robin Billespie, ahli ergonomi.

Seperti halnya atlet yang wajib melakukan pemanasan sebelum turun ke lapangan, Jacobs juga menyarankan pengguna laptop melakukan peregangan di sela memakai laptop. "Berjalan berkeliling setelah memakai laptop selama dua jam adalah awal yang baik," katanya. Ia juga menyarankan untuk melakukan latihan peregangan tangan, leher, punggung, dan kepala setiap hari.


sumber: http://www.dakdem.com/kesehatan/10-kesehatan-masyarakat/953-bahaya-memakai-laptop-terlalu-lama